Review Game of Thrones Season 8 Episode 5 : Gini Doang?

Iklan 728x90

Review Game of Thrones Season 8 Episode 5 : Gini Doang?

Entah kenapa menurut saya, penulisan naskah cerita Game of Thrones Season 8 kali ini mengalami penurunan. Episode 4 sebelumnya yang berjudul The Last of the Stark mengalami bombardir review yang jelek hingga bisa dikatakan menjadi episode paling terburuk yang ada di Game of Thrones. Kali ini di Episode 5 Season 8 Game of Thrones yang berjudul "The Bells" menurut saya juga bisa dibilang "tidak bisa dibilang bagus, namun tidak terlalu buruk", karena adanya kejanggalan yang berkotradiksi dengan characters build dari musim-musim sebelumnya, serta kurangnya eksekusi cerita yang ada. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan saya menilai episode Game of Thrones Season 8 Episode 5 ini cukup biasa.

1. Kematian Varys

Kejanggalan pertama yang saya rasakan adalah terhadap kematian Varys alias the Spider. Dia mati dengan alasan karena begini doang? Ayolah. Varys dengan masa lalunya yang kelam, sudah pernah menjadi Master of Whisperer sejak jaman kekuasan "the Mad King" Aerys II Targaryen menduduki Kings Landing. Tentunya dia sudah memiliki banyak pengalaman. Tetapi semudah itu dia mati dengan alasan dikhianati oleh Tyrion, yang mengadukan pengkhianatannya kepada Daenerys.

Varys Bersama the Mad King

Memang Tyrion lah yang membeberkan rahasia Jon Snow kepada Varys, tapi Varys terlalu blak-blakan mengatakan jika Daenerys tidak pantas duduk di Iron Throne kepada Tyrion, serta blak-blakan mendatangi Jon Snow untuk dan berkata dialah yang pantas duduk di Iron Throne daripada Daenerys. Padahal, dia seharusnya paham betul jika Tyrion ini adalah Tangan Kanan Daenerys. Serta Jon Snow ini sudah "bucin" alias buta cinta kepada Daenerys, seharusnya dia sudah paham betul jika Jon Snow tidak menginginkan tahta sebagai Raja The Seven Kingdoms serta keluarga kandung Daenerys Targaryen, tidak semudah itu Jon Snow akan mengkhianati Daenerys.


2. Iron Fleet dan Scorpion Dihancurkan Dengan Mudah

Pada Episode 4 sebelumnya, Iron Fleet milik Euron Greyjoy yang dilengkapi dengan ballista bernama Scorpion berhasil menumbangkan salah satu naga milik Daenerys Targaryen. Banyak fans yang mengira hal ini cukup aneh, karena seharusnya naga-naga tidak semudah itu ditumbangkan. Apalagi armada kapal yang dibawa Euron Greyjoy cukup banyak, kok Daenerys tidak melihat adanya armada kapal sebanyak itu dari atas langit saat dia menaiki naga? Salah satu hal inilah yang membuat rating episode 4 season 8 Game of Thrones cukup jatuh.
Iron Fleet Dibakar Habis

Tapi di episode 5 kali ini, naga Daenerys dengan mudahnya menghancurkan Iron Fleet milik Euron Greyjoy dan Scorpion yang ada disekitar kapal dan Kings Landing. Seolah-olah Scorpion yang berhasil membunuh salah satu naga Daenerys di episode sebelumnya tampak sangat tidak berguna sama sekali.


3. Perang Terakhir yang Cukup Biasa

Ini yang membuat saya cukup kecewa. Season terakhir seharusnya menjadi season paling epik sebagai penutup. Namun perang yang digebor-geborkan akan menjadi peperangan terbesar yang pernah ada, terlihat sangat biasa. Pasukan Cersei Lannister diperlihatkan sangat rapuh diserang semburan api naga Daenerys, tidak bisa berkutik sama sekali. The Golden Army yang dibeli Cersei terlihat sangat tidak berguna di peperangan ini. Ini sih bukan perang namanya, tapi pembantaian.

Perang Terakhir

Perang terakhir ini cukup biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan "Battle of Bastard", ketika pasukan Jon Snow berperang melawan Ramsay pada Season 6 Episode 9 dulu. Mungkin karena budget mereka sudah terkuras cukup banyak di peperangan pada episode 3 "The Long Night" melawan the Night King.


4. Daenerys Menjadi the Mad Queen

Daenerys yang marah terhadap Cersei karena kematian naganya serta dieksekusinya Missandei didepan matanya, membuat dia depresi dan tidak makan berhari-hari. Lalu, disaat pasukan Lannister sudah menyerah dan membunyikan lonceng sebagai tanda berakhirnya perang, Daenerys seakan-akan sudah tampak sangat muak dengan semuanya dan terus membakar Kings Landing yang masih berisi para penduduk biasa. Hal ini sangat berkontradiksi dengan character build Daenerys Targaryen di musim-musim sebelumnya, dimana dia berusaha menjadi pemimpin yang bisa dipercaya oleh semua orang dan berusaha untuk tidak menjadi seperti ayahnya the Mad King.
Yang membuat satu hal lagi janggal adalah, dia tidak hanya menyerang sebagian Red Keep dimana Cersei Lannister berada, malah juga menyasar dan menyerang Kings Landing habis-habisan dengan semburan api naganya yang masih berisi para penduduk biasa, seolah-olah dia tidak peduli lagi dengan Cersei dan berusaha meratakan Kings Landing. Beberapa fans beranggapan, "gak makan beberapa hari, jadinya gila deh", wkwkwk.


Cukup sekian review saya tentang Game of Thrones Season 8 Episode 5. Sebenarnya masih ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan lagi, terutama kematian Cersei Lannister dan Jaime Lannister, "The Mountain" Gregor Clegane yang tiba-tiba tidak mematuhi perintah tuannya hanya karena melihat saudaranya "The Hound" Sandor Clegane di depannya. Tetapi sebagian besar tulisan diatas sudah memuat penilaian saya tentang Game of Thrones Season 8 Episode 5.

tags : review indonesia game of thrones season 8 episode 5, streaming download game of thrones season 8 episode 5, got s8e5, review indo game of thrones
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post