Review/Ulasan Film Godzilla II: King of Monsters (2019)

Iklan 728x90

Review/Ulasan Film Godzilla II: King of Monsters (2019)

Indygamingid.com - Film Godzilla II: King of Monsters (2019) merupakan kelanjutan atau sekuel dari film Godzilla (2014), yang disutradarai oleh Michael Dougherty dan ditulis oleh by Dougherty, Zach Shields, serta Max Borenstein. Film Godzilla II: King of Monsters (2019)  resmi rilis di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 29 Mei 2019 lalu. Kali ini saya akan membahas plot singkat dari film ini.

Film ini bermula dimana sebuah organisasi Monarch yang bertugas mengawasi perkembangan semua kaiju atau titan tiba-tiba diserang oleh eko-teroris yang menginginkan keseimbangan alam di bumi tercapai kembali dengan membangkitkan semua titan di dunia.

Keluarga Russell Diculik Oleh Eko-Teroris

Seorang Paleobiologist bernama Emma Russell yang bekerja di bawah organisasi Monarch bersama dengan anaknya Madison Russel, "diculik" oleh eko-teroris untuk membantu mereka membangkitkan semua titan yang ada di dunia, terutama Ghidorah yang akan menjadi titan Alpha dari semua titan yang ada untuk menyaingi Godzilla. Mark Russell yang merupakan suami dari Emma Russell, mendapatkan kabar itu dari organisasi Monarch dan berusaha untuk menolong keluarganya beserta menolong organisasi Monarch dalam mengatasi musibah yang dapat menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi. Mungkin cukup sekian plot singkat dari saya, agar tidak terlalu memberikan spoiler bagi yang belum menonton. Selanjutnya saya akan memberikan ulasan atau review tentang Film Godzilla II: King of Monsters (2019).

Godzilla vs Ghidorah

Jika kalian pernah menonton dan masih ingat dengan film Godzilla (2014), maka film Godzilla II: King of Monsters (2019) hampir memiliki sudut pandang yang sama. Film ini lebih diambil dari sudut pandang konflik keluarga Russell dan bagaimana organisasi Monarch berusaha membantu Godzilla dalam melawan Ghidorah. Sesuai dengan posternya, Film ini menghadirkan pertarungan 2 aliansi monster, antara kubu Godzilla sebagai King of Monsters, Mothra sebagai Queen of Monsters, serta dengan kubu Ghidorah yang merupakan musuh bebuyutan Godzilla sejak jaman kuno, dan Rodan.

Mothra vs Rodan

Pertarungan yang dihadirkan antara para monster-monster ini bisa dibilang cukup dahsyat, mengalahkan pertarungan antara Godzilla dengan duo MUTO di film Godzilla (2014). Saya sendiri menghitung ada sekitar 30-45 menit pertarungan antar monster yang dihadirkan di film itu. Selebihnya, film ini lebih mengisahkan dari sudut pandang organisasi Monarch dan keluarga Russell. 

Walaupun menghadirkan pertarungan yang epik antar monster, sayangnya bagi saya penulisan ceritanya kurang bagus, terutama dengan kehadiran konflik keluarga Russell di film ini. Pada akhir film, sumber penyebab musibah ini terjadi yaitu eko-teroris, seperti tidak diakhiri dengan baik. Mereka tiba-tiba menghilang dari cerita begitu film ini mendekati ending. Selain itu, beberapa orang juga menganggap drama keluarga Russell di film ini kurang menarik. Jika dibandingkan dengan film Godzilla (2014), saya lebih suka ketika sudut pandang Ford Brody yang merupakan seorang US Navy  daripada konflik keluarga Russell di film Godzilla II ini. Tetapi rasa puas saya terbayarkan dengan menyaksikan pertarungan antar monster ini, terutama rivalitas abadi antara Godzilla dan Ghidorah. Bagi kalian yang ingin menyaksikan kehadiran Godzilla kembali di layar lebar, tidak ada salahnya anda menonton film ini, ya walau ada kemungkinan anda akan bosan dengan konflik keluarga Russell yang ada di film ini.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post