Review Dragon Quest XI : Echoes of an Elusive Age - JRPG Yang Wajib Dimainkan!

Iklan 728x90

Review Dragon Quest XI : Echoes of an Elusive Age - JRPG Yang Wajib Dimainkan!

Mungkin di Indonesia, seri Dragon Quest belum begitu banyak dikenal. Tetapi di Asia, khususnya di Jepang sendiri, seri Dragon Quest sudah memiliki pamornya sendiri disana. Kali ini mereka merilis dan mengenalkan Quest XI : Echoes of an Elusive Age ke wilayah barat. Bukan main, penjualan Quest XI : Echoes of an Elusive Age bahkan melewati penjualan Persona 5 pada akhir tahun 2019 lalu yang berhasil mencapai penjualan sebanyak 5,5 juta kopi baik dari penjualan kopi digital ataupun fisik.

Plot Cerita

Saya sendiri kurang begitu meminati seri ini pada awalnya. Dulu memang pernah memainkan Dragon Quest VIII dan bisa dibilang game tersebut sangat menarik. Kita mulai dari Plot cerita utama, namun tidak mengandung spoiler kok, jadi aman. Protagonis terlahir sebagai pangeran dari kerajaan Dundrasil dan sebagai seorang Luminary yang ditakdirkan untuk menghancurkan kegelapan yang mengancam wilayah Erdrea. Namun kerajaan tersebut diserang oleh para monster, dan mengharuskan Raja dan Ratu kabur bersama sang bayi(Protagonis). Namun Sang Ratu terpaksa menghanyutkan Protagonis ke sungai agar terhindar dari kejaran para monster tersebut. Bayi tersebut akan diselamatkan oleh seorang kakek, yang nantinya akan dibesarkan di kampungnya, Cobblestone. Saat protagonis sudah beranjak dewasa, maka petualangan tersebut dimulai.

seiring permainan, Dragon Quest XI : Echoes of an Elusive Age menghadirkan plot cerita yang benar-benar membuat saya tak terduga. Cerita yang dihadirkan cukuplah epik. Mulai dari menguak jati diri sang Protagonis dan teman-temannya, rintangan yang mesti dihadapi oleh mereka, dan juga plot cerita yang tidak terduga, benar-benar disusun dengan rapi. 
Seri game ini juga menghadirkan True Ending, yang mana bisa dicapai pada Post Game. Yep, saya sendiri mengira game ini akan berakhir dengan ending yang saya bilang sudah cukup bagus, namun konten game masih berlanjut bahkan hingga Post Game. True Ending yang diberikan pada Post Game juga jauh lebih mantap dari ending sebelumnya, yang akan menghubungkan seri ini ke seri Dragon Quest sebelum-sebelumnya.

Gameplay

Dragon Quest XI : Echoes of an Elusive Age memiliki sistem exploring yang diidam-idamkan oleh para gamer JRPG klasik, dimana kalian bebas menjelajahi wilayah demi wilayah baik dengan berjalan kaki atau berkuda, menaiki kapal mengarungi laut, atau bahkan menaiki sesuatu yang tidak kalian duga nantinya.
Sistem battle menggunakan sistem turn-based seperti pada JRPG klasik pada umumnya. Namun variasi gaya pertarungan cukup banyak. Kalian bisa menggunakan beberapa jenis senjata pada setiap hero dan melakukan combo skill.
Setiap hero memiliki sistem "skill-tree" yaitu Character Building, dimana kalian bisa melakukan variasi status dan skill pada hero yang diinginkan. Selain itu dapat juga melakukan "forge" dimana pemain dapat membuat equipment jika memiliki resepnya. Tercatat, saya sendiri memainkan game ini selama 75 jam saat menyelesaikan konten story-nya. 
Kekurangan yang dimiliki oleh game ini menurut saya hanyalah satu, yaitu kurangnya variasi background music yang dimiliki seperti seri Persona atau seri Final Fantasy, sehingga kadang saya merasa cukup bosan dengan musik yang diberikan hanyalah itu-itu saja. Selain itu, game ini bisa dibilang dapat saya berikan nilai yang hampir sempurna, sehingga kalian wajib memainkannya apabila kalian adalah penggemar JRPG klasik.

tags : Review DQ11, Dragon Quest XI : Echoes of an Elusive Age, Dragon Quest 11 : Echoes of an Elusive Age, review bahasa indonesia
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post